Keutamaannya Sholat Berjamaah menurut salah satu hadits di
terangkan:
“Dari Abu Hurairah RA, Rasululloh SAW Bersabda: Andai
manusia mengetahui kelebihan yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama (pada
shalat berjamaah), kemudian mereka tak mendapatkanya kecuali dengan mengundi,
pasti mereka melakukanya. Andai mereka mengetahui kelebihan takbir pertama pada
shalat berjamaah, pasti mereka akan berlomba mendapatkannya dan andai mereka
mengetahui kelebihan yang ada pada Shalat Isya dan Subuh (berjamaah),
tentu mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.”
(H.R. Bukhari Muslim)
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah, maksud
al-Imam al- Bukhari rahimahullah menyebutkan riwayat al-Aswad dan
Anas radhiyallahu ‘anhuma adalah sebagai isyarat bahwa keutamaan
shalat berjamaah yang tersebut dalam beberapa hadits, hanya berlaku bagi mereka
yang berjamaah di masjid, bukan di rumah. Sebab, jika berjamaah tidak
dikhususkan di masjid, al-Aswad radhiyallahu ‘anhu akan
menegakkan shalat berjamaah di tempatnya dan tidak akan pergi ke masjid lain
untuk mendapatkan jamaah.
Demikian pula Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau tidak akan datang
ke masjid bani Rifa’ah (untuk melaksanakan shalat berjamaah, -pen.). Kemudian
al-Imam al-Bukhari rahimahullah menyebutkan beberapa hadits yang
menunjukkan keutamaan shalat berjamaah. Di antaranya dari Abdullah bin
Umar radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wasallam bersabda,
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ
وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian
dengan 27 derajat.”
Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafadz,
Al-Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dengan lafadz,
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تَزِيدُ عَلَى صَلَاتِهِ وَحْدَهُ
سَبْعًا وَعِشْرِينَ
“Shalat seseorang dengan berjamaah lebih banyak daripada
shalatnya sendirian 27 kali.”
Berikut ini beberapa keutamaan shalat berjamaah di masjid.
1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
6. Menunggu jamaah (yang lain).
7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
8. Persaksian malaikat untuknya.
9. Memenuhi panggilan iqamat.
10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
12. Mendapati takbiratul ihram.
13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
17. Memosisikan keadaan yang bagus.
18. Mendapatkan naungan malaikat.
19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
20. Menampakkan syiar Islam.
21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
22. Terjaga dari sifat munafik.
23. Menjawab salam imam.
24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat. An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarh Shahih Muslim, bab “Keutamaan Shalat Isya dan Subuh dengan Berjamaah”, dari ‘Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
1. Memenuhi panggilan azan dengan niat untuk melaksanakan shalat berjamaah.
2. Bersegera untuk shalat di awal waktu.
3. Berjalan menuju ke masjid dengan tenang (tidak tergesa-gesa).
4. Masuk ke masjid sambil berdoa.
5. Shalat tahiyyatul masjid ketika masuk masjid. Semua ini dilakukan dengan niat untuk melakukan shalat berjamaah.
6. Menunggu jamaah (yang lain).
7. Doa malaikat dan permohonan ampun untuknya.
8. Persaksian malaikat untuknya.
9. Memenuhi panggilan iqamat.
10. Terjaga dari gangguan setan karena setan lari ketika iqamat dikumandangkan.
11. Berdiri menunggu takbirnya imam.
12. Mendapati takbiratul ihram.
13. Merapikan shaf dan menutup celah (bagi setan).
1 4 . Menjawab imam saat mengucapkan sami’allah.
15. Secara umum terjaga dari kelupaan.
16. Akan memperoleh kekhusyukan dan selamat dari kelalaian.
17. Memosisikan keadaan yang bagus.
18. Mendapatkan naungan malaikat.
19. Melatih untuk memperbaiki bacaan al-Qur’an.
20. Menampakkan syiar Islam.
21. Membuat marah (merendahkan) setan dengan berjamaah di atas ibadah, saling ta’awun di atas ketaatan, dan menumbuhkan rasa giat bagi orangorang yang malas.
22. Terjaga dari sifat munafik.
23. Menjawab salam imam.
24. Mengambil manfaat dengan berjamaah atas doa dan zikir serta kembalinya berkah orang yang mulia kepada orang yang lebih rendah.
25. Terwujudnya persatuan dan persahabatan antartetangga dan terwujudnya pertemuan setiap waktu shalat.
26. Diam dan mendengarkan dengan saksama bacaan imam serta mengucapkan “amiin” saat imam membaca “amiin”, agar bertepatan dengan ucapan amin para malaikat. An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarh Shahih Muslim, bab “Keutamaan Shalat Isya dan Subuh dengan Berjamaah”, dari ‘Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ نِصْفِ
لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ كَانَ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
“Barang siapa shalat isya dengan berjamaah, pahalanya
seperti shalat setengah malam. Barang siapa shalat isya dan subuh dengan
berjamaah, pahalanya seperti shalat semalam penuh.”
(Syarh al-Bukhari, al-‘Utsaimin, 3/62, Fathul Bari,
2/154—157)

.jpg)

